Jumat, 09 Mei 2008

Surabaya Past, Present, And Future

Surabaya sebentar lagi merayakan ulang tahun yang ke 715, hmm usia yang sudah cukup lama untuk sebuah daerah. Meskipun saya sendiri bukan kelahiran asli Surabaya tapi banyak kenangan yang saya habiskan di Surabaya.

Dimulai dari Surabaya masa lalu.

Disini saya mulai mengenal kota Surabaya sekitar akhir 80an, ketika diajak oleh orang tua saya ke tempat dimana dulu sempat menjadi ikon Surabaya yang terkenal yaitu Kebun Binatang Surabaya. Pada zaman saya masih SD, KBS ini mungkin salah satu tempat terkenal di Surabaya, salah satu tempat wisata selain Pantai Kenjeran. Ketika dahulu waktu diajak ke KBS tersebut saya senangnya bukan main disamping karena binatang yang ada didalamnya bermacam-macam dan tempatnya yang adem, tapi selain yang saya sebutkan tersebut yang membuat saya senang adalah pergi ke Surabaya. Hahaha gambaran orang pinggiran seperti saya yang pada waktu itu terlahir dan bertempat tinggal di Sidoarjo, sebuah kota kecil sebelah selatan Surabaya. Setelah dari KBS biasanya sih ke Tunjungan Plaza atau Delta Plaza, 2 pusat perbelanjaan modern pada saat itu atau sekarang disebut sebagai mall. Setelah puas di salah satu pusat perbelanjaan tersebut kalau masih ada waktu biasanya orang tua saya mengajak berputar-putar di sekitar Tugu Pahlawan, dari Tugu Pahlawan nanti pulangnya mesti lewat Raya Darmo karena disitu ada rumah makan Padang kesukaan almarhum ayah saya yaitu rumah makan Padang Antika.

Jaman waktu SD dan SMP dulu kalau pergi ke Surabaya paling ke tempat-tempat yang saya sebutkan tadi, baru menginjak SMU daerah perjalanan ke Surabaya mulai meluas, mulai tahu daerah Perak, daerah Jembatan Merah yang masih banyak bangunan kunonya, bahkan daerah merah seperti lokalisasi Dolly…haha pada waktu itu sih cuman penasaran aja pengen tahu seperti apa sih lokalisasi terbesar se Asia Tenggara tersebut. Perjalanan ke Surabaya gak melulu ke tempat-tempat tersebut, pada waktu dulu juga sering nonton acara-acara musik terutama musik rock, mungkin semua tahu Surabaya sempat menjadi barometer musik rock di Indonesia. Band rock seperti Andromedha, Power Metal, Red Spider bahkan band rock jaman dulu seperti SAS sempat mengibarkan bendera di blantika musik Indonesia. Surabaya jaman dulu di dunia olahraga khususnya sepak bola mempunyai dua tim yang bisa dibanggakan yaitu Persebaya dan Niac Mitra.

Surabaya sekarang.

Surabaya waktu sekarang saya lebih sering mengunjunginya disamping dulu saya kuliah di Surabaya, mempunyai pacar bahkan sampai jadi istri saya adalah anak Surabaya, dan kerjapun di Surabaya. Saya begitu menikmati Surabaya sampai hari ini meskipun macet, penuh polusi dan segala bentuk keruwetannya. Surabaya sekarang sudah menjadi kota metropolis, kota yang penuh gemerlap ketika malam. Semakin banyaknya mall-mall yang semakin mengeser pasar tradisonal, juga semakin berkembangnya tempat-tempat hiburan malam yang tumbuh bagai jamur di musim hujan, mencoba mengimbangi dinamika masyarakat Surabaya yang semakin cepat.

Surabaya sekarang makin berkembang, banyak kebijakan atau peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah yang ditiru atau diaplikasikan di daerah lain seperti contohnya kanalisasi bagi kendaraan bermotor dan penggalakan system keamanan dalam berkendaraan atau safety rider. Makin banyaknya taman-taman kota sebagai areal hijau dan sebagai tempat rekreasi yang murah meriah yang bisa mempercantik kota Surabaya. Tapi di sisi lain Surabaya juga makin kelihatan sumpek, banyak bangunan-bangunan yang macet dalam pembangunannya sehingga menganggu pandangan mata, banyaknya reklame-reklame yang tidak mengidahkan tata letaknya, ditambah lagi semakin banyaknya perumahan atau bangunan baru yang banyak memakan lahan yang sebenarnya manjadi daerah resapan air sehingga bisa diketahui akibatnya yaitu banjir dimana-mana. Ini menujukkan lemahnya system tata kota Surabaya, dinas-dinas yang terkait kurang berkoordinasi satu sama lainnya sehinnga tidak didapatkan solusi yang baik untuk mengatur tata kota Surabaya. Semakin berkurangnya pasar-pasar tradisonal di Surabaya yang digantikan pasar-pasar modern bisa menjadi catatan tersendiri bagi Pemkot Surabaya.

Surabaya di masa mendatang

Sebagai warga bukan Surabaya, karena selama hidup dua tahun di Surabaya saya masih memakai KTP Sidoarjo. Saya berharap Surabaya lebih berkembang dalam menata kotanya, penataan lalu lintasnya agar tidak macet lagi entah itu penambahan sarana transportasi alternative selain kereta api komuter atau penambahan ruas-ruas jalan karena di masa medatang penambahan kendaraan seiring dengan penambahan penduduk di Surabaya bila hal ini tidak dipikrkan mulai sekarang saya sendiri tidak tahu seperti apa lalu lintas Surabaya di masa mendatang. Selain penataan kota juga lebih diperhatikan agar Surabaya tidak terlihat ruwet dan sumpek seperti sekarang. Reklame atau baliho yang mulai tidak sedap dipandang mata, bangunan-bangunan yang tidak terurus atau tidak jelas penggunaanya, juga penataan PKL dan pasar-pasar tradisonal agar lebih diperhatikan lagi agar Surabaya bisa menjadi salah satu kota metropolis bukan di Indonesia saja tapi di Asia Tenggara. Penataan atau perawatan tempat-tempat wisata yang di kala saya kecil sempat menjadi ikon wisata Jawa Timur seperti Kebun Binatang Surabaya, Pantai Kenjeran dan Taman Hiburan Rakyat, yang kedepannya saya berharap bisa menjadi ikon pariwisata Jawa Timur lagi seperti dulu.

Saya berharap kedepannya semakin bertambah umur Surabaya semakin matang untuk berubah menjadi kota yang lebih maju, bersih dan apik agar bisa menjadi salah satu kota metropolis di Asia Tenggara.

*Sebuah catatan kecil dari warga pinggiran Surabaya untuk kemajuan kota Surabaya…

Happy birthday Surabaya

Tidak ada komentar: