Semua pasti pernah mengalami pertempuran dengan hati dimana antara apa yang ada di dalam pikiran kita bertentangan dengan hati kita, terutama dalam pekerjaan dan masalah sehari-hari. Saya sendiri sering sekali bertempur dengan hati saya sendiri karena pekerjaan saya banya sekali hubungannya dengan birokrasi pemerintahan baik di tingkat desa sampai kabupaten. Mungkin semua sudah pada tahu bagaimana aturan birokrasi pemerintah kita, kita mau mengikuti apa yang tertulis di peraturan yang mereka buat sendiri tapi mereka sendirilah yang akan melanggarnya sendiri dengan dalih atau alasan yang kadang-kadang gak rasional banget mereka mengupayakan cara agar kita bisa mengeluarkan biaya lebih dari apa yang sudah tertulis. Tentu disini kadang-kadang hati saya menyatakan tidak setuju, tetapi bila tidak dituruti berkas-berkas yang saya ajukan tidak akan mereka sentuh. Dilema yang seharusnya tidak terjadi, tapi apa boleh buat semuanya harus dituruti daripada pekerjaan terbengkalai. Tidak semuanya sih pemerintahan daerah yang berbuat begitu, saya pernah mengambil surat IMB untuk pendirian tower telekomunikasi di daerah Pacitan, dinas yang terkait dengan perijinan yaitu KPPM benar-benar menjalankan peraturan yang mereka buat sendiri. Pada waktu itu saya benar-benar kagum, andai semua dinas pemerintahan menjalankan mungkin system pemerintahan kita akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat umum.
Tidak hanya dengan dinas-dinas di pemerintahan di kehidupan sehari-haripun semua pasti pernah menglami yang namanya bertempur dengan hati, permasalahan-permasalahan yang timbul dihadapan kita dimana permasalahan tersebut dalam pemecahannya apakah menuruti kata hati kita atau menuruti apa yang sedang kita pikirkan. Sampai-sampai terkadang kebingungan melanda diri sendiri mana yang harus dituruti kata hati atau pikiran kita, tapi apapun pilihannya bila itu bisa membuat masalah yang kita hadapi bisa terselesaikan maka itulah yang diambil kadang-kadang peran orang lain kadang bisa membantu meskipun tak sedikit pula malah tambah mengacaukan tergantung dari individu masing-masing bagaimana menyaring bantuan yang dating dari orang lain.
Tapi kadang ada enaknya mengalami pertempuran dengan hati, disini saya tanpa saya sadari diajak untuk belajar memilih, meskipun kata orang banyak yang bicara “pilihlah apa kata hatimu” tapi tidak semua masalah bisa dipecahkan dengan menuruti kata hati kadang pikiran yang rasional dan positif bisa memecahkan suatu masalah atau kebuntuan ketika menghadapi sesuatu yang dirasa cukup pelik. Disini diuji apakah kita sudah cukup mampu untuk memilih antara hati dan pikiran. Semua dikembalikan ke masing-masing individu karena tiap-tiap individu mempunya cara yang berbeda dalam menentukan pilihanya untuk mengunakan kata hatinya atau pikiran-pikiranya……….
Life Is Choice

Tidak ada komentar:
Posting Komentar