Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 September 2008

Blink


Blink adalah sebuah buku tentang dua detik pertama yang sangat menentukan ketika kita mengamati sesuatu, dua detik yang akan memberikan pemahaman dalam sekejap mata, yang terbentuk berkat pilihan-pilihan yang muncul dari dalam kemampuan alam bawah sadar kita. Kemampuan inilah yang disebut oleh Malcolm Gladwell - pengarang buku tersebut, disebut sebagai "kemampuan berpikir tanpa berpikir" dimana keputusan sekejap bisa didapat dari informasi yang sedikit namun akurat melalui snap judgment dan thin slicing.
Dalam buku ini disebutkan bahwa dalam mengambil keputusan sebaiknya mengambil intisari dari permasalahan tersebut bukan bagaimana cara memecahkan masalah tersebut, seperti yang dicontohkan dalam buku ini seorang pakar benda seni yang bisa menilai suatu benda seni palsu atau tidak dalam sekali lihat, atau seorang psikolog yang bisa menebak sebuah perkawinan bisa langgeng atau tidak hanya dengan mendengar pembicaraan sepasang suami istri.
Buku ini menyingkapkan bahwa orang-orang yang pandai mengambil keputusan yang tepat bukanlah orang yang memproses informasi atau yang sengaja menghabiskan waktu cukup lama untuk berpikir, namun orang yang melatih diri mereka untuk menyempurnakan kemampuan dalam mengambil cuplikan tipis atau thin slicing, menyaring sesedikit munkin faktor-faktor yang terpenting dari sejumlah kemungkinan yang menggunung.
Sebuah buku yang membuat saya berucap "woow", sebenarnya saya tidak pengen membeli begitu istri saya menujukkan buku tersebut tetapi begitu melihat covernya kok ada perasaan yang mendorong saya untuk membeli buku ini, ternyata perasaan saya menang buku ini menarik sekali. Thanks untuk istri saya yang menujukkan buku ini

Sabtu, 14 Juni 2008

China Undercover


Hmm.. satu buku yang kontroversial di China yang menurut kabarnya versi bajakannya laku 10 juta kopi. Buku karya Chen Guidi dan Wu Chuntao ini memuat serangkaian masalah yang secara umum merujuk pada Triple Angri ( San-Nong) yaitu masalah pertanian, masalah pedesaan, dan masalah petani. Sebuah masalah yang serius di China, bukan semata-mata masalah pertanian atau ekonomi. Tapi Triple Angri benar-benar sebuah masalah yang serius yang dihadapi pemerintahan pusat di China. Di buku ini Chen Guidi dan Wu Chuntao menuliskan tentang berbagai masalah yang menimpa petani yang di buku ini daerah penyelidikan ada di Provinsi Anhui.
Di buku ini dituliskan juga bagaimana para pejabat tingkat desa dengan arogannya memungut pajak yang kalau dipikir sangat tidak logis, pajak yang ditarik dengan sangat tinggi ini kegunaannya buka untuk keajuan dan kemakmuran desa tapi untuk memperkaya diri sendiri dan kerabatnya. Tidak ada toleransi bagi para petani yang memberontak- petani yang menolak membayar pajak karena memang sudah tidak ada untuk dipakai membanyar - para aparat desa yang korup ini sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya dari sekedar penganiayaan para pemberontak dan keluarganya bahkan sampai pembunuhan.
Sesuatu yang bertolak belakang dengan kebijakan pemimpin pusat yang encoba menekan angka pajak demi kemakmuran petani. Sebuah masalah besar yang berhasil ditutupi oleh pemerintahan China - sebuah negara yang di masa depan diramalkan akan berdampingan dengan Amarika Serikat.
Sebuah kebusukan telah tercium dari negara sebesar China yang natabene merupakan negara komunis di mana salah satu kebijakannya adalah tidak ada kelas sosial dalam kehidupan bermasyrakat apalagi pemimpin besar revolusioner Mao Tse Tung pernah menyatakan "yang bersengkongkol dengan imperialisme – rajaperang, birokrat, klas komprador, klas tuantanah besar dan bagi kaum intelektuil yang reaksioner yang bergantung pada mereka – adalah musuh kita. Proletariat industri adalah kekuatan memimpin dalam revolusi kita. Seluruh semi-proletariat dan burjuasi kecil adalah sahabat kita yang terdekat. Adapun burjuasi sedang yang bimbang itu, sayap kanannya mungkin menjadi musuh kita, sayap kirinya mungkin menjadi sahabat kita – tetapi kita harus selalu berjaga-jaga jangan sampai mereka mengacaukan front kita". Dimana semi -proletariat dan burjuasi kecil adalah petani dan buruh tani yang kecil.
Sebuah buku yang menarik untuk di baca dimana dibalik kesuksesan sebuah negara besar tersembunyi sebuah luka yang sulit disembuhkan apalagi luka tersebut dialami oleh petani yang merupakan kaum mayoritas di China.