Minggu, 11 Mei 2008

Passion

Some people die and kill for passion

(Rod Stewart – Passion)

Bicara soal passion atau hasrat manusia memang tidak ada habisnya apalagi kalau berhubungan dengan hasrat seks…ouu pasti banyak yang bisa dibahas untuk soal satu ini. Saya pernah membaca suatu artikel di suatu majalah disitu diceritakan bahwa wanita akan berpikir lebih lama atau berusaha mengenal pasangannya sebelum melakukan hubungan seks, sedangkan pria tidak perlu banyak waktu untuk melakukan hubungan seks asal kelihatan “menggairahkan” atau “mengkilap” pasti langsung dihajar.

Kadang saya berpikir ada kadang ada benarnya artikel di suatu majalah tersebut karena ada suatu penelitian yang mengatakan bahwa sebagian besar pria berpikir tentang seks rata-rata setiap 5 menit. Kadang secara tidak sadar yang ada di pikiran kita berbunyi “ woow dadanya manteb banget….pantatnya bulat seer tuh……sexy banget tuh cewe pake rok mini……” dan sebagainya. Pasti sebagian besar lelaki menikmati pikiran-pikiran yang mengasyikan tersebut dan tidak akan pernah untuk menyangkalnya, kalaupun ada yang menyangkalnya perlu diperiksa kembali kelelakiannya.

Bagi sebagian besar pria terutama yang sudah mempunyai pasangan kadang hasrat seksual hanya sekejap lewat dan kemudian rasa penasaran memacu ego kita, tapi juga rasa penasaran itu begitu hebatnya sehingga kita tidak pernah peduli siapa yang dihadapi dan apa yang akan terjadi. Alhasil ketika ada tawaran kencan dengan cewek berhari-hari di luar kota lansung saja disambar tanpa pikir panjang, setelah selesai dan balik lagi kebingungan pun melanda mulai mencari-cari alasan, takut untuk mengakui apa yang telah dilakukan ke pasangan.

Saya pernah punya pngalaman dengan hasart seksual yang tak terbendung sehingga mengalahkan logika, bukan saya sih tapi tepatnya pengalaman teman saya dan secara kebetulan itu terjadi ketika saya bersama teman saya. Ketika itu teman saya penasaran mendekati seorang cewek walaupun saya tahu cewek tersebut bukanlah standar dari teman saya tapi cewek tersebut jual mahal dan playing hard to get. Dengan kondisi tersebut tertantanglah teman saya untuk menaklukkan cewek tersebut, dan rasa penasaran yang begitu mengunung sehingga dia melakukan apa pun. Dari yang impossible menjadi possible, dari yang tidak mau melakukan menjadi mau melakukan hingga akhirnya teman saya tersebut mampu meluluh lantakkan cewek tersebut. Setelah teman saya mampu menaklukkan cewek tersebut saya kemudian bertanya apa yang dia rasa sekarang dan dia menjawab terasa biasa saja seperti ketika pemburu mampu menembak mati buruannya. Ini berarti jiwa petualangseorang pria cenderung menguasai pria tersebut untuk mengenal lawan jenisnya dan ini dialami baik oleh pria single ataupun yang sudah berpasangan.

Hasrat ingin mengenal cewek dari namanya, nomor HP, status, sampai keadaancewek tersebut itu semua merupakan tantangan tersendiri bagi sebagian besar pria, karena menurut Aristoteles bahwa pria memiliki naluri untuk berpoligami atau memiliki lebih dari satu pasangan ( entah benar atau tidak hehehe….). Ada satu ungkapan bahwa pria mau melakukan apa saja atau mau memberikan apa saja untuk seks dan begitu sebaliknya bahwa wanita mau memberikan seks untuk mendapatkan sesuatu atau komitmen dari seorang pria. Kalau dilihat sih seperti simbiosis mutualisme atau saling membutuhkan, jadi bila ada salah satu yang kecewa itu merupakan kesalahan masing-masing berdua yang tidak dapat mengontrol dan mengimbangi.

Jadi bagi pria yang sudah berpasangan dan ingin berpetualang lagi.

Prepare your self, if you dare to risk take it but if you fear to risk leave it so don’t kinds with your passion.

*Thanks for FHM magz for inspiration

Tidak ada komentar: