Selasa, 13 Mei 2008

Ride For Life, Life For Ride

Salah satu ungkapan atau motto dari para pecinta dan pengedara motor Harley Davidson disini mereka seakan-akan menujukkan betapa cintanya, betapa mendarah daging Harley Davidson di dalam tubuh mereka. Tapi disini saya tidak akan membahas tentang Harley Davidson atau life stylenya karena saya sendiri gak punya motor Harley Davidson hik..hik…

Disini saya akan membahas kecintaan saya akan mengendarai motor, kenapa karena mengendarai motor sensasinya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata apa yang dirasakan di kala wajah menabrak hembusan angina, tergopoh-gopoh mencari tempat berlindung di kala hujan, dan perasaan menang ketika menembus kemacetan. Motor menjadi teman setia saya ketika kelas 2 SMU saat itu motor almarhum ayah diwariskan ke saya, meskipun pada waktu itu motor yang diwariskan merupakan motor tua tapi saya begitu bangga memakainya. Ada cerita menarik dengan motor tua saya tersebut, ketika itu setelah pulang sekolah teman-teman saya mengadakan balapan motor kecil-kecilan tentu saja pesertanya motor-motor baru. Setelah pertengahan balapan saya iseng ngomong bagaimana kalau sekarang waktunya motor tua dan butut yang balapan mengingat tidak sedikit teman saya yang sekolah memakai motor tua. Pada waktu itu yang ikut balapan ada 5 motor tua, balapan paling gak mutu sepanjang sejarah tapi tetep aja menarik karena lucu dan konyol tentunya. Walaupun motor saya gak menang tapi tetep aja fun hihihi……

Sampai sekarang setelah bisa membeli motor sendiri, motor tetap menjadi kaki ke tiga saya dalam beraktivitas. Irit BBM, bisa meliuk di kala jalan macet, kalau nyasar atau kelewatan gak bingung kalo kembali tinggal dibelokin bisa. Tapi semakin bayanknya motor di jalanan bikin pusing juga apalagi kalau para pengendaranya ugal-ugalan whuiiihh bikin tensi naik aja. Saya sampai beranggapan susah banget sih menumbuhkan kesadaran dan toleransi dalam berkendara atau mentang-mentang motor bentuknya langsing daripada mobil terus para pengemudinya mengendarai dengan seenaknya. Padahal menurut informasi korban kecelakaan di jalan raya adalah para pengguna motor, apa sih gunanya ngebut terus mengemudikan secara ugal-ugalan demi mengejar waktu lebih cepat cumin 5 menit tapi dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Entah sudah berapa banyak peraturan yang dikeluarkan oleh Kepolisian tapi tetep aja masih banyak kecelakaan yang diakibatkan oleh motor. Well menurut saya sih kesadaran dan toleransi dalam berkendara ditumbuhkan dalam diri sendiri, tapi kalau nantinya kita malah jadi korban pengendara yang ngawur hmmmmm…dah gak bisa nggomong lagi.

Tidak ada komentar: