Siang ini saya berkunjung ke kantor teman saya, setelah ngobrol panjang lebar tentang berbagai hal dan makan siang walaupun hanya dengan mie instant dan air putih tetapi itu bukan suatu masalah besar yang penting bagi saya adalah kebersamaannya. Setelah jam istirahat selesai teman saya tersebut akan melanjutkan pekerjaannya dan saya juga akan berpamitan akan balik ke kantor, ketika akan pulang dan saya akan membayar gorengan yang telah saya makan disitu saya mengetahui bahwa teman saya tersebut sarapan pagi harinya hanya tiga potong tahu. Dengan bercanda saya lontarkan ucapan “masa sarapan cumin tahu goreng doang”, lalu teman saya membalasnya “jangan lihat tahu gorengnya tapi manfaatnya ketika ada di dalam perut”. Whuiiih meskipun saya tahu dia hanya bercanda tapi dari situ saya mengerti bahwa menhargai suatu makna dari suatu hal jangan dilihat hal itu sepele apa tidak, penting atau tidak penting tapi arti atau manfaat apa yang bisa kita ambil dari hal tersebut.
Sekarang kita sulit untuk memahami sebuah arti dari suatu hal, sama ketika seorang Gus Dur menjadi seorang pemimpin negara, ketika itu beliau sering melontarkan joke-joke atau opini-opini yang sering disalah artikan oleh sebagian orang yang mendengar atau membacanya, padahal kalau kita memahami lebih dalam lagi akan banyak hal-hal yang penting yang terkandung didalamnya. Seperti misalnya ketika beliau membuat kebijakan dengan membuka lebar-lebar untuk agama dan kepercayaan untuk berkembang di
Saya jadi ingat salah satu joke Gus Dur, ketika itu Gus Dur menyatakan, banyaknya ajaran kepercayaan tidak perlu diributkan atau dipermasalahkan. Soal ritual mereka berbeda dengan umat Islam pada umumnya, itu urusan lain lagi.
"Kenapa mereka kita paksa supaya sama dengan kita?," tanya Gus Dur heran.
Pada kesempatan ini, Gus Dur juga menyatakan, hanya orang goblog yang menganggap dirinya saja yang benar dan masuk surga, sementara orang lain yang berbeda salah dan masuk neraka.
"Kalau kita sudah tahu mereka goblog, ya sudah. Kenapa pusing-pusing amat sih?," kata Gus Dur santai.
Hmm meskipun diungkapan dengan joke tapi kalau kita memahami lebih dalam lagi betapa besar toleransi yang di ucapkan beliau kepada agama atau kepercayaan lain. Disini kita bisa melihat untuk memahami arti dari sebuah hal adalah bagaimana cara kita memandang hal tersebut, dari sisi mana kita memahami arti sebuah hal tersebut. Bila kita memandang dari sisi positifnya maka mungkin kita akan mendapat suatu manfaat atau bahkan pengetahuan baru yang selama ini belum kita dapatkan. Pentingnya sebuah positive thinking sangat penting dalam memahami sebuah hal. Jangan sekali-sekali memandang remeh, menyepelekan atau bahkan menganggap suatu hal tersebut remeh, karena kadang-kadang suatu hal yang semula kita anggap sepele tersebut didalamnya menyimpan suatu yang penting atau bermanfaat bagi kita.
Sekarang tergantung dari kita masing-masing individu untuk menyikapi atau menghargai arti sebuah makna. Karena tiap-tiap individu berbeda cara pandangnya untuk menyikapi atau menghargai suatu hal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar