Sebuah jargon dari merk minuman ringan yang mengklaim produknya memiliki rasa yang sama walaupun tidak memakai gula, mereka para produsen itu menganggap bahwa segalanya mungkin bisa saja terjadi. Tapi disini saya tidak akan membahas keunggulan dan kekurangan minuman ringat tersebut.
Anything possible atau segalanya bisa saja terjadi. Ungkapan ini mulai sering menghuni isi kepala saya ketika membaca atau melihat berita-berita baik di koran maupun televesi, isi-isi berita tersebut bermacam-macam mulai para anggota dewan yang mulai resah karena tindakannya kini sudah mulai terendus dan mungkin akan terbongkar semua oleh KPK, para artis yang mulai ikut Pilkada baik itu di tingkat provinsi atau daerah, berita mulai langkanya minyak dan bbm dan masih banyak yang lainnya.
Saya jadi teringat apa yang pernah dikatakan oleh teman saya, dia beranggapan bahwa
Sebut saja yang masih hangat dalam otak kita pemerintah mengeluarkan UU-ITE. Undang-undang yang mengatur tentang teknologi informatika dan elektronik, disana uu tersebut salah satunya melarang atau memblocking situs atau web yang bermaterikan pornografi, begitu peraturan tersebut diberlakukan banyak forum atau komunitas di dunia maya menghapus semua materi pornografi di dalamnya selain situs-situs porno yang sudah di block oleh masing-masing provider. Bisa ditebak tidak lama setelah diberlakukan banyak protes-protes bermunculan, tetapi protes-protes tersebut akhirnya reda dengan sendirinya karena blocking yang dilakukan provider tidak sepenuhnya berjalan, sekali lagi anything possible. Terus tak lama kemudian pemerintah –lagi DEPKOMINFO mengelurkan kebijakan yang sangat aneh mnurut saya yaitu memblokir semua web atau situs yang memuat film FITNA sebauah film yang menghujat umat islam, ini yang membingungkan bagi saya. Jelas-jelas film itu merupakan propaganda untuk umat muslim tetapi kenapa orang dengan itelektual yang tinggi bisa-bisanya termakan propaganda murahan yang dilancarkan oleh politikus dari belanda tersebut. Dan lagi-lagi kebijakan tersebut dicabut karana benayaknya protes yang dilakukan oleh masyarakat, anything possible.
Anything possible, tergantung kita para individu menyikapai suatu masalah atau kebijakan baik itu di tempat kerja, kehidupan sehari-hari, ditempat kerja atau di negara kita sendiri. Bagaimana kita bisa membuat diri kita nyaman atau mungkin bisa mengambil keuntungan dari apa yang kita alami.
Saya jadi teringat lagi apa yang pernah dikatakan oleh salah satu petinju legendaris dunia Muhammad Ali “Impossible Is Nothing”

2 komentar:
Woggghhhhhh..........
banyak lagi kebingungan di negeri yang bernama Indonesia ini...
katanya negara religi, bayangkan jumlah masjid/surau lebih banyak daripada jumlah balai rw. Disana-disini ada gereja, tapi tengoklah di surabaya, misalnya...tempat paling maksiat di indonesia...korupsi nomor satu.
katanya negara maritim, tapi hasil lautnya diambil sama orang asing, nelayan kita kebagian "miskin"nya.
Katanya negara agraris, tapi kok impor bahan pangan dari luar, kok sawah-ladang petani jadi pemukiman dan mall...inget kasus Al-Amin toh..?
Lihat ajah kondisi perbankan dan finance di Indonesia. Barang yang sudah dijaminkan bisa dijaminkan lagi ke bank/finance lain. Orang yg gak bisa bayar utang, bisa diberi pinjaman lagi, re-finance istilahnya.
DI INDONESIA, ANYTHING IS AJAIB
torasham
ouuuu......comment yang ganas mas
Posting Komentar