Minggu, 13 April 2008

Mantap Kopinya...........


Ungkapan khas dari para pencinta kopi ini mungkin akan lebih populer dari pada ungkapan khas dari arek-arek suroboyo “sruputane reek……..”

Yang dimaksud kopi disini adalah kopi minuman. Seperti kopi arabika, torasbika eh torabika dan jenis-jenis kopi lainnya yang saya sendiri gak tau apa bedanya. Yang pasti bukan kopi dvd, vcd apalagi mp3.

“Mantep kopinya” biasanya digunakan untuk kopi yang diracik kental dan berasa “pahit” namun enak dirasa. Setidaknya bagi para pencinta kopi. Apalagi bila ditemani rokok dan penganan “gorengan” yang masih hangat. Dijamin, obrolan akan rame dan seru. Bahkan bisa-bisa melekan sampai semalaman suntuk.

“Mantep hidupmu…..”

Loh..? kok hidupmu….? Apa ini berarti….?

Yak, anda “butul” memang hidupmu “mantap” artinya “pahit”.

Sebuah ungkapan yang ironi, namun sangat relevan bila kita ucapkan untuk menggambarkan hidup kita. Hidupmu, hidupku. Tengok saja sendiri terhadap hidup kita….

Berapakah penghasilan anda dalam sebulan…?

Lalu bandingkan dengan jumlah pengeluaran yang mau tidak mau harus kita bayarkan. Biaya hidup kita atau harga barang-barang yang harus kita beli.

Mulai harga beras yang mahal, padahal Indonesia penghasil beras. Harga bensin, gas elpiji, mitan (yang sangat langka), padahal negara kita termasuk penghasil minyak bumi. Biaya listrik yang naik terus, padahal masih byar-pet. Harga gula yang tidak manis, padahal kita mempunyai ratusan hektar kebun tebu. Harga ikan laut, udang, cumi, kepiting atau hasil laut lainnya, padahal kita mempunyai laut yang ratusan mil ukurannya. Atau mungkin juga harga kopi, padahal kita termasuk salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Belum lagi harga buku yang semakin lama semakin “melangit”. Biaya pendidikan yang tambah tidak masuk akal. Padahal anak-anak kita, adik-adik kita harus sekolah untuk pendidikan mereka. Dan mereka juga membutuhkan buku-buku tulis atau buku pelajaran yang harus mereka beli dari makelar eh guru eh makelar eh………

Pikirkan juga harga transportasi yang tidak pernah turun. Padahal kecelakaan transportasi semakin banyak saja terjadi.

“Mau ke Amerika saja susahnya minta ampuun………..”

Dan yang menambah “mantap” hidup kita adalah banyaknya pajak yang harus kita bayarkan tanpa kita ketahui untuk apa pajak-pajak itu digunakan. Kita beli makanan saja sekarang kena pajak. Juga biaya parkir. Pernahkah anda menghitung jumlah pengeluaran anda untuk biaya parkir “siluman” yang ditarik oleh “manusia-manusia siluman..?”. Silahkan anda hitung, pasti anda akan tersenyum dengan “mantap”

Seluruh biaya hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan kita adalah suatu hal tidak masuk akal. Tidak bisa di analisis. Mengingat Negara ini mempunyai semua hal untuk “menghidupi” penduduk ini. Kemana semua hasil alam negeri ini..? Di mana hasil kekayaan negeri ini berputar. Kepada siapa kita minta transparansi hasil-hasil negeri kita ini, negeri yang kita berhak untuk menikmatinya…?

Mungkin anda semua akan memberikan jawaban yang panjang lebar disertai dengan referensi bukti-bukti dan data-data pendukung anda.

Namun saya yakin, jawaban anda salah semua. Karena saya punya jawaban yang sangat tepat.

Mari kita ke warung kopi, beli dan menikmatinya sambil melekan sampai pagi dan berkata “Mantaaaap Kopinya……………”

Toras Hamonangan

torashamz@gmail.com

torasham@yahoo.com

http://sudutblog.blogspot.com/



Tidak ada komentar: