Menurut kamus wikipedia ; Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunanisustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. (
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Sedangkan Chaos adalah sebuah kekacauan, tidak adanya peraturan atau tata tertib
Jadi disini kalau menurut saya Sytematic Chaos adalah kekacauan yang disebabkan oleh tidak berfungsinya atau tidak berjalannya peraturan atau tata tertib yang dibuat secara “sempurna”.
Setelah harga BBM diumumkan naik oleh pemerintah maka dapat dipastikan kekacauan terjadi dimana-mana sopir-sopir kendaraan umum banyak yang melakukan aksi mogok akibat dari tidak diijinkannya Organda sebagai induk dari pengusaha transportasi umum menaikkan harga dan banyak mahasiswa dan masyarakat yang demo karena akibat dari naiknya BBM harga-harga sembako naik, bahkan minggu kemarin sampai sempat terjadi bentrok antara polisi dan mahasiswa Unas Jakarta yang banyak memakan korban dari pihak mahasiswa.
Sekarang kalau melihat ke belakang pihak mana yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Menuding pemerintah, jelas pemerintah tidak mau disalahkan mereka tentu beralasan bahwa menaikkan BBM adalah pilihan tersulit untuk menyelamatkan APBN, karena kalau APBN tidak bisa diselamatkan maka akan terjadi kekacauan yang lebih dahsyat. Bahkan tadi pagi say abaca dikoran wapres Jusuf Kalla malahan menuding pemerintahan terdahulu yang tidak bisa mengantur sumber daya minyak di
Masing-masing pihak tentu mempunyai alasan kenapa pemerintah menaikkan BBM, kenapa harga minyak dunia bisa begitu tinggi, kenapa mahasiswa dan masyarakat demo menentang kenaikkan BBM. Tapi disini pemerintah sebagai otoritas tertinggi harus memberi solusi yang bisa meredakan kekacauan tersebut. Pemberian BLT saya rasa bukan solusi yang baik karena terkesan pemerintah memberi ikan bukan alat pancingnya, alangkah baiknya BLT dirupakan dalam bentuk padat karya. Yang disayangkan disini adalah cara pemerintah mengkomunikasikan kenaikan BBM kepada masyarakat, pemerintah seolah-olah bertindak arogan dalam penyampaian kenaikan BBM, dengan tidak mau mendengarkan atau memperhatikan solusi-solusi yang bisa mencegah kenaikan BBM.
Yang bisa dilakukan pemerintah untuk meredam kekacauan mungkin pemerintah bisa mendukung lembaga-lembaga atau individual yang bisa menciptakan energi alternative seperti yang ditemukan oleh Joko Suprapto dan Djoku Sutrisno dua orang yang memiliki kesamaan nama depan Joko sama-sama menemukan energi alternative yang memakai air atau hidro oksida sebagai bahan dasar,cukup menarik temuan tersebut mengingat bahan dasarnya adalah air yang merupakan sumber daya yang melimpah di Indonesia. Bila pemerintah bisa menseriusi temuan-temuan energi alternative tersebut dan hasilnya untuk kepentingan bangsa
I Hope So…………………….
*Surabaya 29 Mei.......waktu bengong nunggui gajian

1 komentar:
Bahasa Latin menyerap langsung dari bahasa Yunani yg mengadopsi dari bahasa Fenesia, Lebanon. Jadi...?
Pemerintah sekarang tidak bisa mengatakan bahwa itu kesalahan dari pemerintah sebelumnya. Toh, sebagian besar yg duduk di pemerintahan yang sekarang adalah orang yg pernah duduk dalam pemerintahan sebelumnya. Kalau memang ada kesalahan dimasa itu, orang yg sekarang harusnya bisa mengoreksinya diwaktu itu.
Toh, beberapa saat sebelum mengumumkankan kenaikan BBM, pemerintah (yg sekarang) mengatakan bahwa mereka punya cadangan untuk menutupi bolongnya APBN sampai tahun depan. Dalam hal ini Wiranto tidak berbohong.
Bahan bakar memakai air...?
Kita harus dukung penelitian "ekstrem" macam itu, toh pengalaman yang mengatakan bahwa penelitian ekstrem yg terkesan konyol justru pada akhirnya berhasil dan berguna bagi kehidupan. cuman, kita harus sedikit "bijaksana" menanggapi hal ini, karena air hanya reaktan dalam energi.
Mungkin mas coffeehead perlu menyimak lebih lanjut hukum fisika termodinamika 1 & 2.
thanks.
Posting Komentar